Rabu, 04 April 2012

Manfaat Membaca

TUTI HERAWATI
FKIP UNINUS

1.Pendahuluan
“Buku adalah jendela dunia “. Hal ini menggambarkan pentingnya membaca untuk menambah wawasan melalui aktivitas membaca, seseorang dapat mengenal suatu objek, ide prosedur konsep, definisi, nama, peristiwa, rumus, teori, atau kesimpulan. Bahkan lebih dari itu, melalui aktivitas membaca seseorang dapat mencapai kemampuan kognitif yang lebih tinggi, seperti menjelaskan, menganalisis, hingga mengevaluasi suatu objek atau kejadian tertentu.Minat baca berbanding lurus dengan kemajuan suatu bangsa. Bangsa yang besar minat bacanya pastilah bangsa yang maju. Mereka akan membaca dalam setiap kesempatan contohnya terlihat tidak hanya dalam perpustakaan umum dan pribadi tetapi juga di stasiun, di kereta,dan dalam perjalanan pun mereka membaca.Membaca adalah kunci ke gudang ilmu. Ilmu yang tersimpan dalam buku harus digali dan dicari melalui kegiatan membaca. Keterampilan membaca menentukan hasil penggalian ilmu itu. Karena itu dapat dikatakan keterampilan membaca sangat diperlukan dalam dunia modern.Sedangkan makna dari membaca adalah menduga, memperhitungkan, dan memahami. Berdasarkan arti membaca tersebut, pengertian membaca mencakup dua hal. Pengertian yang pertama yaitu membaca teks-teks yang terurai dari huruf demi huruf kemudian membentuk kata lalu terangkai dalam kalimat dan padu dalam paragraf. Pengertian yang kedua yaitu membaca fenomena-fenomena yang terjadi di alam semesta. Membaca sesuai pengertian ini misalnya memikirkan bagaimana terjadinya siang dan malam, peredaran planet mengelilingi matahari, dan penciptaan mahkluk.Terdapat beberapa alasan mengapa kita harus senantiasa membaca. Pertama, membaca sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Kedua, membaca merupakan sarana pergaulan. Ketiga, membaca merupakan salah satu sarana hiburan. Keempat, membaca dapat mendatangkan rezeki. Kelima, membaca dapat menjadi sarana mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. Keenam, membaca sebagai sarana koreksi diri, inilah  beberapa manfaat membaca. Membaca adalah aktivitas memahami, menafsirkan, mengingat, lalu yang terakhir adalah menuliskannya kembali berdasarkan analisis fikiran kita sendiri.Menurut Pawit M. Yusuf dalam kegiatan seminarnya tentang Indeks Baca di Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, membaca adalah berfikir. Tidak ada manusia yang hidup tanpa berfikir, karena sebagai mahkluk sosial ia selalu menghadapi berbagai masalah yang perlu dipecahkan.Apa yang diketahui orang melalui kegiatan membaca pada hakikatnya adalah informasi. Artinya dengan membaca ia mendapatkan sejumlah informasi yang dalam keadaan tertentu bisa mempengaruhi sikap dan pandangan-pandangannya tentang perilaku kehidupannya. Sikap bisa berubah karena adanya terpaan informasi, kata Krech, dkk, (1968). Demikian pula kata Dwyer (1978) bahwa perilaku manusia bisa berubah karena membaca, meskipun membaca sebenarnya bukan satu-satunya faktor yang turut mempengaruhi sikap seseorang.Melalui membaca orang bisa menjelajahi batas-batas ruang dan waktu. Peristiwa-peristiwa yang jauh terjadinya di masa lampau bisa diketahui melalui membaca. Demikian pula peristiwa yang terjadi di berbagai tempat di dunia ini bisa diketahui melalui membaca. Dengan demikian yang namanya membaca mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.Adalah hal keliru jika memandang aktifitas membaca seolah-olah hanya “milik orang-orang sekolahan”, sehingga orang-orang yang tidak bersekolah dianggap tidak perlu lagi melakukan aktifitas membaca. Membaca pada dasarnya milik semua orang dan siapapun dapat melakukannya. Demikian juga dengan bahan yang dibacanya, tidak hanya berhubungan dengan hal-hal yang “serba serius”, dalam arti memerlukan proses kognisi tingkat tinggi, tetapi juga dapat berupa hal-hal yang ringan dan sederhana untuk sekedar memenuhi rasa ingin tahu seseorang, misalnya untuk memperoleh informasi tentang hasil pertandingan sepak bola, atau peristiwa-peristiwa lainnya yang terjadi pada suatu saat tertentDi dalam buku MenjadiGuruMerdeka terjemahan dari A Pedagogy For Liberation Dialogues On Transforming Education, karangan Ira Shor dan Paulo Freire, makna membaca menurut Paulo Freire bukan sekedar berjalan atau melayang di atas lintasan kata-kata. Membaca adalah menuliskan kembali apa yang dibaca. Membaca adalah menemukan hubungan antara teks dan konteks dari teks bersangkutan, dan bagaimana menghubungkan antara teks atau konteks dengan konteks pembacanya.Di Amerika pada masa lampau, kecepatan membaca perlu diukur, bahkan sampai dibuatkan rumus segala. Membaca seolah suatu kegiatan yang perlu kecepatan, seperti seorang berlari menuju finish. Namun dalam perkembangan selanjutnya, ternyata kecepatan membaca itu tidak harus selalu sama, tetapi fleksibel. Adakalanya kita harus cepat, adakalanya perlu memperlambat atau bahkan berhenti sebentar, lalu cepat lagi.Kecepatan membaca sebenarnya tergantung pada tujuan membaca. Sutrisno menyatakan bahwa ada kebiasaan yang kurang baik yang sering dilakukan sampai dewasa ketika membaca yaitu:
a. Vokalisasi. Membaca dengan bersuara sangat memperlambat membaca karena mengucapkan kata demi kata dengan lengkap.
b. Gerakan Bibir. Menggerakkan bibir sewaktu membaca, sekalipun tidak mengeluarkan suara, sama lambatnya dengan membaca bersama. Kecepatan membaca bersuara ataupun dengan gerakan bibir hanya seperempat dari kecepatan membaca diam.
c. Menunjuk dengan Jari. Untuk menunjuk agar tidak ada kata-kata yang terlewati maka kita melakukan dengan bantuan jari atau pensil menunjuk kata demi kata. Cara tersebut sebenarnya harus kita tinggalkan karena tidak memberi kepercayaan kepada mata dan otak.
d. Regresi atau Mengulang. Kebiasaan selalu kembali ke belakang untuk melihat kata yang baru dibaca itu menghambat serius dalam membaca.
e. Gerakan Kepala. Semasa anak-anak penglihatan kita memang masih sulit menguasai seluruh penampang bacaan, akibatnya kita menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap. Setelah dewasa, penglihatan kita telah mampu secara optimal sehingga cukup mata saja yang bergerak.

Ada dua kelompok besar faktor yang mempengaruhi minat membaca anak, yaitu faktor personal dan faktor institusional. Faktor personal adalah yang ada dalam diri anak, yaitu meliputi usia, jenis kelamin, intelegensi, kemampuan membaca, sikap dan kebutuhan psikologis. Sedangkan faktor institusional adalah faktor-faktor diluar diri anak, yaitu meliputi ketersediaan jumlah buku-buku bacaan dan jenis-jenis bukunya, status sosial ekonomi orang tua dan latar belakang etnis, kemudian pengaruh orang tua, guru dan teman sebaya anak.

Ada banyak kiat yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa, antara lain:
a. Memperkenalkan buku-buku. Cara ini dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran maupun guru perpustakaan. Buku yang diperkenalkan dapat berupa fiksi dan nonfiksi.
b. Memperkenalkan hasil karya sastrawan. Sastrawan tenar di Indonesia banyak sekali, misalnya, Umar Kayam, Y.B. Mangun Wijaya, Rendra, Taufik Ismail dan lain-lain.
c. Pameran buku, biasanya dapat dilaksanakan dengan bekerja sama antara toko buku atau penerbit.
d. Majalah dinding hingga dewasa ini masih merupakan media sederhana untuk berekspresi, berkreasi, dan bereksplorasi. Majalah dinding dapat menjadi media kelas dan sekolah.

2.Realita Lapangan
                   Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita dihadapkan dengan kegiatan membaca, tetapi kenyataannya tak jarang pula kita jumpai orang yang tidak suka membaca.
Dari hasil penelitian akhirnya penulis dapat mengetahui ternyata masih banyak orang yang merasakan bahwa membaca itu merupakan salah satu kegiatan yang membosankan dan tak sedikit orang menganggap bahwa membaca adalah hal yang spele. Padahal, membaca adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat karena dengan Rajin membaca dapat membuat orang kaya akan wawasan dan informasi. Selain itu, membaca  bermanfaat untuk otak dan kesehatan.
Setidaknya ada 5 manfaat membaca untuk kesehatan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (12/3/2011), yaitu:
1. Melatih otak
Salah satu keuntungan membaca buku adalah sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu menjalankan fungsinya secara sempurna. Saat membaca, otak dituntut unutk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang semakin cerdas. Tapi untuk latihan otak ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.
2. Meringankan stresStres adalah faktor risiko dari beberapa penyakit berbahaya. keindahan bahasa dalam tulisan dapat memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap bagu untuk mengatasi stres.
3. Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer.
Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.
4. Mengembangkan pola tidur yang sehat
Bila Anda terbiasa membaca buku sebelum tidur, maka itu bertindak sebagai alarm bagi tubuh dan mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Ini akan membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.
5. Meningkatkan konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.
Jadi jangan hanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton televisi atau bermain game komputer, tetapi juga luangkan waktu untuk membaca buku. Kebiasaan baik itu tidak hanya akan menyegarkan pikiran tetapi juga memberi manfaat untuk kesehatan dan kehidupan. (detikcom)
DAFTAR PUSTAKA

Krech,dkk.(1968).”Sikap bisa berubah karena adanya terapan informasi.”Tersedia: http :// isearch. Avg. Com/search?q=Krech% 2 c dkk. + (1968).” Sikap +bisa +berubah + karena + adanya +terapan + informasi & sap=hp & lang=en & mid=a13a6fa.

Dwyer.(1978).”bahwa perilaku manusia bisa berubah karena membaca.”Tersedia: http//isearch .avg.com/search?q=Dwyer (1978) +bahwa+perilaku+manusia+bisa+berubah+karena+membaca.

Dilansir life mojo (12/3/2011).Tersedia:http//(search.avg.com . dilansir + life +(12% +2 f3% 2f2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar